space iklan

space iklan
untuk pemasangan iklan silahkan klik gambar.

Jumat, 27 Februari 2015

Pendakian Gunung MERBABU

Pendakian ke Gunung Merbabu tanggal 13 Oktober 2013 merupaka pendakian gunung pertama yang membuat saya terkesan. sebelumnya sih saya pernah melakukan pendakian gunung tapi cuma tektok alias balap gunung. Dulu pendakian pertama di Gunung Mahameru di Sumpyuh yang terletak di tiga kabupaten, antara lain: Banyumas, Kebumen, dan Banjarnegara.
perjalanan di mulai dari Dusun Plandi, Desanya entah apa namanya. di atas itu masih banyak pepohonan sehingga kurang untuk menikmati pemandangan alam. Lagian juga gunungnya gak terlalu tinggi.
kemudia pendakian selanjutnya yaitu Gunung Telomoyo. sebenarnya ini adalah program hikking dari kampus tapi gunung nya cukup indah untuk melihat pemandangan alam tetapi ya itu masih tektok alias balap gunung. ketinggiannya sih gak seberapa pas di googling sekitar 1800an sekian lah di atas permukaan air laut. Bahkan Gunung Telomoyo sendiri dapat mencapai puncak pakai sepeda motor loh, orang jalanya sudah di aspal. Gunung Telomoyo kalo dari Gunung Merbabu sangat jelas, jauh sekali di bawah kita.
Itu Cerita sedikit mengenai pendakian Gunung gua, saya, atau apalah.. hehehe. dan sekarang saya mau bercerita tentang pendakian pertama yang menguras tenaga tetapi terbayar semua ketika mencapai titik puncak. hehehe Abis keren sih...
Awal mulanya ketika saya sudah lama bersekolah untuk mendapatkan gelar pendidikan S1. Cie S1 tetapi hanya dapat melihat kokohnya Gunung Merbabu dari kaki gunungnya saya. Pengen sekali dari Benak hati yang paling dalam untuk menjejakan kaki di puncak tersebut. Tetapi ketika mengajak orang-orang untuk melakukan pendakian itu gak ada yang mau.
Suatu saat, pada masa-masa yang sudah teramat bosan bergelut dengan buku dan dosen karena Skripsi ada temen yang ngajak untuk melakukan pendakian ke Gunung Merbabu. Dalam hati wahhh itu cocok banget. akhirnya saya dapat temen juga yang ngajak pendakian, Dia cewe namanya lilis anak UNY dan pacarnya Adit anak UNY juga. saya tentu saja setuju dengan ajakan mereka untuk mendaki Gunung Merbabu.
Dua Minggu kami melakukan hubungan dari chat di Facebook.com... membahas perlengkapan akan di bawa dan siapa saja yang mau ikut. Pada Hari H tepatnya tanggal 13 Oktober 2013 kami berlima jadinya. kami semua yaitu: Saya, Lilis, Adit, Idhi, dan Marti. Idhi ini adalah anak asal Temanggung dan merupakan kaka dari Adit. Sedangkan Marti adalah teman satu kampus saya yang berasal dari lombok.
Perjalanan kami mulai dari kost saya yang tidak jauh dari Gunung Merbabu setelah semua perlengkapan kami nyatakan siap. :D
Pendakian kami tuju dari pintu masuk Kopeng. Di situ kendaraan sepeda motor kami titipkan di basecamp dan tidak lupa kami juga membeli tiket masuk sekaligus karcis parkir kendaraan.
Retribusi masuk waktu 2013
Nah setelah membayar kami bergegas untuk melakukan perjalanan berhubung waktu itu sudah pukul 5 sore. Tapi kita tidak lupa untuk memanjatkan doa dahulu agar perjalanan menuju puncak dapat terwujud dan semua anggota selamat sampai tujuan.
maklum waktu itu saya masih newbie jadi belum tau apa-apa. hutan dalamnya kaya apa gak tau, masih waspada sih takut kalau ada binatang buas menyerang. Kata warga sekitar sih masih ada harimau di Gunung Merbabu. Sebab itu lah saya merasa khawatir. Ditambah gak tau menauh kalau mau nanjak Gunung Harus memiliki tenaga yang FIT/PRIMA. Masa baru menuju pos 1 aja belum sampai tengah perjalanan udah ngos-ngosan padahal medannya banyak yang landai alian banyak bonusnya. Ketambahan saya itu seorang perokok, ya udah tarikan nafas panjang dan ngeluarin nafas pendek deh. hehehe.
Nyampe Pos I waktu sudah Margib jadi kami berniat untuk berisitirahat dahulu di pos I sambil menunggu waktu Margib reda. karena malam mulai menjelang, perlengkapan kami berupa SERTER "hal yang wajib" kami nyalakan. Maklum Masih newbie jadi saya masih banyak break ketambahan beban yang saya pikul cukup berat. emang tas gak seberapa besarnya. tapi isinya itu air mineral 3 botol.. hahah baru pertama naik udah kaya didikan militer.
tak terasa waktu keseringan break kami lama kelamaan melewati POS II dan entah sampai dimana, tapi ketika break saya melihat indahnya malam dari Gunung Merbabu. Melihat bintang-bintang yang begitu indah, lampu-lampu kota yang bertebaran dimana-mana. Dari situ saya sudah membayangkan bahwa di sini saja sudah indah begini, bagaimana kalo di puncak Gunung Merbabu. Saya merasakan semangat lagi yang membuat saya untuk tetap bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak.
POS II kami lalui dengan nikmat hingga nyampe POS III. Nah kami sempat bingung waktu itu, karena salah satu dari kami belum ada yang pernah ke Gung Merbabu sebelumnya. Sempat kami mencari jalan mana yang kami cari. kalau berdasarkan peta sih waktu itu jalannya lurus dari POS III untuk nyampe POS IV. Cahaya senter kami bertebaran kemana-mana mencari sudut jalan yang harus kami lalui. karena waktu itu memang jalurnya sulit di cari. Adit akhirnya menemukan jalan kecil yang tertutup oleh semak-semak. Lah pantes aja gak ketemu, orang ketutup semak-semak.
Saya awalnya kurang percaya akan hal itu, takutnya saya nyasar. Kan gak asik.. hehe. tapi setelah menerobos semak-semak kurang lebih 50 meteran, kami menemukan jalan. HUHHH dalam hati bersyukur.
Setelah POS III masih ada hutan-hutan kecil tetapi jalan sudah mulai naik. Waktu itu saya gak memikirkannya, karena malam gak bisa ngeliat jalan ke puncak dari bawah. dari POS III nyampe POS IV ternyata nanjak terussssssss... Makanya kami sering Break. Ditengah perjalanan menuju POS IV saat kami break, disuatu padang yang tidak terdpat pohon dengan diterpa dinginnya malam. Kami merasakan kembali indahnya malam ditemani bintang-bintang dan sang rembulan yang mulai menampakan diri.
Ternyata eh ternyata dari tempat kami break saat melihat bintang-bintang dan rembulan. POS IV atau bukit yang ada menaranya itu sudah dekat. orang paling baru berjalan 3-4 menit kami sampai. hahaha. Kami mulai tertawa pada diri kita masing-masing.. "ternyata sudah dekat".
POS IV merupakan pos yang di sarankan untuk membangun tenda kala itu. Kami nyari tempat yang sesuai yang ternyata di POS IV itu sudah banyak tenda (dome) didirikan. Kirain kalau mendaki hari minggu itu bakalan sepi pas malam senennya. Ehh, ternyata masih rame.. Sekitar 50 meter lebih lah dari menara menuju puncak sebelum jembatan setan kami menemukan tempat yang sekelilingnya terdapat bebatuan yang cukup untuk menampung 1 dome. akhirnya kami membangun tenda di daerah situ.
Dome telah selesai kami dirikan, semua perlengkapan kami dimasukan kedalamnya. Tak lupa untuk menghangatkan tubuh kami, kami memasak makanan dan minuman. Maklum juga waktu itu saya masih Newbie. kita tidak membawa yang namanya kompor. kami hanya membawa bensin saja untuk membuat perapian. Untung juga waktu itu banyak kayu kering jadi mudah untuk menyalakan api di tambah rumput-rumput yang ada di sekitar dome itu kering jadi kami memanfaatkannya untuk membuat perapian.
memasak air tidak menggunakan kompor ternyata lama banget matangnya ketambahan udara yang dingin sudah menusuk tulang.. Padahal saya sudah membawa 2 jaket, ya tetep saja masik menusuk tulang. Pas mateng apa yang di rasakan..? Air yang sudah menididih itu tidak terasa panas di tangan, bahkan pas di minum saja tanpa di tiup itu terasa hangat doank. hahaha. ya udah deh langsung aja gak usah pake tiup-tiup air langsung tenggak aja. :D tapi untung, orang pas nyampe kost saja mulut saya itu tidak merasakan ada yang aneh. kan biasanya kalo memakan atau meminum yang panas bakalan terasa perih di hari berikutnya. lah ini enggak. wahh bersyukur deh..
Setelah kami mulai mengisi perut dan menghangatkan badan, kami mengisi tenaga dengan tidur...

sekitar pukul setengah 3 pagi. Adit membangunkan kami semua. katanya mau berburu SUNRISE. dalam hati bertanya-tanya sih. "jam segini masih dingin banget masa mau jalan, napa gak nunggu angget dulu sih". Tetapi ada pemikiran juga sih, "belum pernah merasakan SUNRISE di MERBABU. bakalan keren" Semangat lagi deh membayangkan SUNRISE.
setelah bikin makanan dan minuman hangat serta menghangatkan tubuh, kami berberes-beres. Dome yang di situ kami bawa untuk naik. Kiranya setelah mencapai Jembatan Setan track yang kami lalui mulai begitu terasa menantang hingga kami memutuskan untuk meninggalkan beberapa perlengkapan kamu di pinggi track dan ditutupi dengan semak-semak. Merasa barang kami nyaman dan sudah tidak terlihat oleh mata yang lewat, kami melanjutkan perjalanan kami Sampai Puncak. Jalan yang terjal kami rasakan bersama, dan yang ada di otak ku waktu itu hanya SUNRISE dan PUNCAK. Saya dan Marti semangat sekali, dan itu sungguh terasa. Bahkan Lilis yang sudah mau menyerah di track itu kami semangati kembali untuk melanjutkan perjalanan. meskipun break itu pasti kami sering lakukan.
Akhirnya kami sampai di suatu persimpangan antara PUNCAK SYARIF dan PUNCAK KENTENG SONGO. Puncak Kenteng Songo merupakan Puncak tertingi Gunung Merbabu. sbenarnya ada tiga puncak, tapi saya lupa puncaknya apa saja, yang saya ingat ya cuma dua itu aja. hehehe. Kami pun memutuskan untuk mencapai Puncak Syarif yang jaraknya lebih dekat dari persimpangan tersebut ditambah dengan cahaya ufuk timur mulai nampak seakan-akan meminta kami untuk bergegas berjalan menuju puncak SYARIF.
Kami merupakan orang pertama di pagi hari itu berada di puncak syarif. Sedangkan orang-orang lain entah kemana. Sembari menunggu sang SURYA menampakan dirinya dan memberi kehangatan kepada kami. Kami pun menyalakan perapian, karena di situ terdapat beberapa kayu yang di tumpuk dan bekas membuat perapian. Selang beberapa waktu, indahnya negeri ini mulai nampak.
Itulah yang membuat saya bangkit dari perapian dan menatap Sang Surya. Saya rasakan telah berpijak di Gunung Merbabu, Melihat Gumpalan-gumpalan awan yang mengitari saya, dan saya berdiri di NEGERI INDONESIA, NEGERI yang begitu indahnya. INILAH AWAL MULA SAYA MENCINTAI INDONESIA. Ternyata Indonesia merupakan negeri yang sangat INDAH. Sebelumnya saya belum pernah mencintai INDONESIA, mengapa..? Dari media Masa dan televisi yang menyiarkan berita-berita tentang kisruhnya politik indonesia dari dulu sampai sekarang bahkan tentang keburukan INDONESIA sendiri di mata dunia. Biarpun begitu, di balik itu semua, INDONESIA NEGERI yang saya cintai. Ini TANAH AIRKU. Sambil menatap Sang Surya saya berteriak untuk kepuasan diriku sendiri telah mencapai puncak SYARIF dan melihat indahnya NEGERI INDONESIA.

Tak lupa untuk mengabadikan momen indah ketika SUNRISE. Ini di.......a..............?








Puncak Syarif

puncak Syarif

Sungguh mengagumkan

sunggung mengagumkan

INDAHNYA NEGERI INDONESIA, @Puncak syarif
Sang SURYA muncul dari Gunung Lawu...


INI dia Penampakan Gunung Merapi dilihat dari Puncak Merbabu. Sungguh dekat sekali.. Suatu saat pasti mendaki Gunung Merapi bersama teman-teman.
G. Merapi terlihat sangat dekat
G. Merapi Sangat terlihat dekat.


Lihatlah Saya Berdiri di gerombolan awan...?
Lautan Awan

Terima kasih telah membaca Langkah Kaki sebuah Dokumentasi Kehidupanku

Note: Hargai Alam Indonesia, Hargai dan Cintai INDONESIA. Negeri ini sungguh indah, jangan sampai tangan kita ikut campur untuk merusaknya.

DILARANG COPAS dan Mencuri GAMBAR/FOTO. menulis tidaklah mudah, membutuhkan waktu dan tenaga. foto yang saya bagikan bukan untuk di curi. bagi yang ingin mendapatkan foto kaya tersebut maka lakukanlah petualangan mu sendiri bukan dari petualangan orang lain.
WASPALAH terhadap PASAL PENCURIAN. Terima Kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar